Kesuksesan Dimulai Dengan Niat yang Baik
May 1, 2012 in Berita
Yaitu, sesorang berniat mengerjakan kebaikan dan menunaikan pekerjaan yang baik, niatnya tidak diselubungi dengan kerusakan atau perbuatan keji dan jahat yang me-mudharat-kan dirinya dan orang-orang yang berada disekitarnya, baik berupa perkataan-perkataan yang buruk dan perbuatan-perbuatan yang jahat. Sesungguhnya jiwa-jiwa yang jahat bukanlah jiwa-jiwa yang sukses, bahkan dia merupakan lawan kesuksesan.Bukanlah setiap orang yang mampu memberikan pengaruh pada manusia dan mengukir sejarah berarti orang terkenal dan sukses. Saya tidak memandang al-Hajjaj bin Yusuf, Abu Muslim al-Khurasani dan al-Hakim al Ubaidi al-Fathimi sebagai orang-orang sukses, walaupun mereka meninggalkan berbagai pengaruh dan melakukan berbagai pekerjaan, karena mereka berbuat jahat dalam sejarah dan melakukan kesalahan dalam amal-amal mereka. Begitu juga dengan Hitler si Nazi, Lenin , Stalin, Mao Tse Tung dan orang-orang komunis lainnya. Ketenaran dan keunggulan bukanlah arti dari kesuksesan. Sesungguhnya setan merupakan pribadi paling terkenal akan tetapi dia pemberontak besar dialam ini. Berapa banyak laki-laki yang terbenam tidak terkenal, akan tetapi ia menjadi sukses seperti sebagian ahli ibadah, pedagang, petani dan orang-orang zuhud. Bahkan bisa jadi kemelaratan dan ketidaktenaran merupakan salah satu sebab kesuksesan mereka.Maka tujuan yang benar dan keinginan untuk berbuat baik merupakan faktor pertama meraih kesuksesan. “Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka.”(QS.Al-Fath 18).
Tulisan dari buku “Jangan Takut”, Dr.Aidh al-Qarni, Penerbit Bening. Cetakan Pertama, oktober 2010 halaman.119-120.

